Kamis, 10 September 2009

Tips harian motor - Tenaga Tersendat Sesaat

TENAGA TERSENDAT SESAAT

SEPERTI sudah diulas edisi lalu performa kawasaki zx 130 memang tidak diragukan lagi dalam melibas tanjakan-tanjakan ekstrem dikawasan subang-lembang, bandung maupun cipanas - puncak, bogor. namun ada sedikit rasa penasaran yang timbul kala otomotif memacu bayi ninja ini ditanjakan - tanjakan tersebut . yakni ketika gigi diturunkan , misalkan dari gigi 4-3 lalu gas kembali diplintir , lari motor seperti tersendat sesaat. tenaga kosong tiba-tiba (sekitar 1 detik ) , namun kemudian ngisi kembali. kenapa begitu ya?







KELEMBAPAN TINGGI


kondisi tersebut pasti dialami mayoritas motor berkaburator jenis SU

Atau vakum . tetapi itu bukan kekosongan tenaga ,” ujar freddyanto basuki, manager departemen service PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) . melainkan akibat tenaga yang tercipta dari hasil pembakaran di ruang baker –saat itu- tidak cukup kuat motor bukannya spontan lari , malah tertahan sejenak.

Hal itu lantaran umumnya pengemudi malah membuka gas terlalu dalam ketika selesai menurunkan gigi . dengan maksud menjaga tenaga motor supaya tetap berakselerasi baik ditanjakan. Padahal saat perpindahan gigi tersebut, putaran mesin sudah ngedrop.

Nah, untuk menaikan kembali

Putaran mesin. Pengemudi main betot gas sedalam-dalam. “cara itu tidak bisa diterapkan pada motor berkaburator vakum. Sebab, walaupun gas diplintir dalam, skep karburator tidak akan spontan terangkat mengikuti betotan grip gas seperti pada karburator biasa atau jenis VM,” terang Freddy, sapaan

akrabnya.

Pada karburator vakum, naik turun skep ditentukan oleh kevakuman diruang baker. Saat putaran mesin makin rendah, otomatis tingkat kevakuman menurun.

Maka, skep dengan sendirinya makin menutup. Jika saat itu gas dibetot full

Throttle valve akan terbuka penuh. Artinya, kita memaksa udara masuk keruang baker sebanyak-banyaknya. Sementara debit bahan bakar kala itu sedikit.

“jadinya pembakaran tidak optimal,” tambah pria jangkung ini . itulah yang membuat tenaga motor seperti kosong sesaat. Apalagi tingkat kelembapan didaerah pegunungan sangat tinggi. Udara murni yang sangat dibutuhkan untuk pembakaran optimal pada kondisi tersebut sangat sedikit.

Makanya, untuk mencegah putaran mesin tersendat sesaat, freddy menyarankan ketika turun gigi grip gas jangan ditutup full. “sebaiknya rpm ‘digantung’ pada kisaran 3.000 – 4.000 rpm,” tukasnya. Dijamin kendala tersebut tidak akan terjadi. Selain itu, bila melakukan perjalanan jauh yang melintasi daerah dengan tinggat humidity tinggi, sebaik’y setelan pilot air screw agak dibuka

sedikit.

“misalnya setelan pabrik, posisi pilot air screw membuka 21/4 putaran. Maka dibuka sedikit lagi jadi 21/2 atau 23/4 putaran, ujar freddy. Tujuannya selain agar komsumsi bahan bakar lebih irit, udara murni yang masuk ke ruang bakar pada kondisi kelembapan tinggi dapat terpenuhi. Sehingga motor tetap berakselerasi dengan baik di tanjakan.


2 komentar: